Ada berapa banyak metode dialisis yang ada? Mana yang terbaik?

Dialisis terutama meliputi hemodialisis dan dialisis peritoneal. Tidak ada yang terbaik di antara keduanya, khasiatnya serupa, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, dan dapat saling melengkapi dalam praktik klinis. Pilihan harus dibuat sesuai dengan situasi spesifik pasien.
1. Hemodialisis: Prinsip hemodialisis adalah darah dikeluarkan melalui tabung dialisis dan dialyzer, yang menyaring racun untuk ginjal, dan darah mengalir kembali ke dalam tubuh. Hemodialisis dapat dipilih bagi pasien yang menderita penyakit atau pembedahan yang menyebabkan perlengketan perut, tumor perut, disfungsi ventilasi paru yang membatasi dan penyakit lainnya.
2. Dialisis peritoneal: cairan dialisis peritoneal dimasukkan ke dalam rongga perut melalui kanula peritoneal, dan substansi dipertukarkan melalui kapiler omentum yang lebih besar, dan kemudian cairan ultrafiltrasi diinduksi melalui pipa, sehingga beberapa metabolit dikeluarkan dari tubuh melalui pertukaran. Prioritas dapat diberikan pada jenis pasien dengan status kardiovaskular yang tidak stabil, perdarahan yang jelas atau kecenderungan perdarahan, kegagalan fistula arteriovenosa berulang, dan fungsi ginjal sisa yang relatif baik.
Jika pasien memerlukan perawatan dialisis, dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit reguler tepat waktu dan memilih rencana perawatan yang sesuai di bawah bimbingan dokter.