Gejala Stagnasi Qi dan Stasis Darah

Sindrom stagnasi Qi dan stasis darah (stagnasi darah akibat aliran Qi yang tidak lancar) seharusnya disebut sindrom stagnasi Qi dan stasis darah, dengan gejala-gejala seperti nyeri tumpul, kembung, nyeri seperti ditusuk-tusuk, atau nyeri kolik pada jantung, dada, kekasaran pada tulang rusuk, dan daerah epigastrium (perut). Stagnasi Qi dan sindrom stasis darah mengacu pada gejala stagnasi Qi yang mengakibatkan stagnasi aliran darah. Gejala Stagnasi Qi dan Stasis Darah meliputi nyeri tumpul, nyeri kembung, nyeri menusuk atau nyeri kolik di jantung, dada, tulang rusuk, perut, dan perut; nyeri yang tidak menentu atau bersifat tetap dan menetap; perut terasa penuh, dengan benjolan di bawah tulang rusuk dan di dalam perut, tetapi kualitasnya masih lunak dan tidak keras; sering mengalami depresi emosional atau mudah tersinggung; warna kulit yang gelap; dismenore, amenore, atau haid berwarna keunguan disertai gumpalan, dan lain-lain pada wanita. Jika salah satu gejala di atas terjadi, perawatan medis tepat waktu diperlukan.