Deteksi fragmen gen mahkota baru dapat dilakukan terutama melalui biologi molekuler dan metode imunologi, yang biasanya mencakup empat langkah, yaitu, ekstraksi dan deteksi asam nukleat, penangkapan virus, pengurutan on-line, dan analisis urutan.
1. Ekstraksi dan deteksi asam nukleat: Pertama, petugas penguji akan mengumpulkan sampel dari kasus positif asam nukleat dan kasus lainnya, dan memilih sampel dengan viral load yang memenuhi persyaratan pengurutan, dan kemudian mempersiapkan pengurutan gen.
2. Penangkapan virus: Karena virus corona baru adalah virus RNA dengan viral load yang relatif rendah, maka perlu menggunakan kit khusus untuk mentranskripsi balik potensi virus corona baru RNA menjadi fragmen DNA, dan menangkap virus corona baru satu per satu sesuai dengan karakteristiknya, untuk menemukan virus corona baru.
3. Pengurutan on-board: Detektor memecah virus yang ditangkap dan memproses fragmen ke tingkat yang dapat dikenali oleh pengurut sebagai persiapan untuk pengurutan on-board berikutnya.
4. Analisis sekuens: sequencer akan mengidentifikasi dan menyambungkan virus corona baru sesuai dengan sinyal yang berbeda, dan kemudian menganalisis hasil data spesifik, yang akan diubah menjadi data sekuens yang lebih akurat dan lengkap.
Setelah menyelesaikan serangkaian langkah ini, basis data dapat secara bertahap dibandingkan, sehingga memberikan bantuan untuk pekerjaan penelusuran selanjutnya, dan berspekulasi tentang kasus dan wabah mana yang memiliki rantai penularan yang sama.