Ada beberapa penyebab lemahnya buang air besar, pertama, karena pasien itu sendiri lemah, menderita penyakit kronis atau penyakit serius dalam waktu yang lama, dan mengkonsumsi lebih banyak energi. Jika tekanan perut meningkat saat buang air besar, otot-otot perlu mengkonsumsi lebih banyak energi jika dikencangkan, dan pada saat ini pasien itu sendiri kurang bugar. Kedua, pertimbangkan bahwa jika pasien mengalami konstipasi dalam waktu yang lama, usus mungkin lebih lebar dan lebih lembek dan gerakan peristaltik usus kurang efektif dalam buang air besar ke bawah. Kemudian, pertimbangkan kurangnya motilitas gastrointestinal dan pergerakan usus yang tidak optimal. Selain itu, pertimbangkan juga lansia yang umumnya kurang bugar dan kekuatan ototnya berkurang. Oleh karena itu kekuatan saat buang air besar menjadi kurang, sehingga timbul rasa lemas saat buang air besar. Terakhir, pertimbangkan bahwa pasien tidak memiliki banyak tinja, tetapi hanya peradangan di usus, sehingga timbul perasaan gerakan ke bawah, dan ketidakmampuan untuk mengeluarkan tinja saat buang air besar disalahartikan sebagai kelemahan dalam buang air besar.