Perbedaan antara bekas luka hiperplastik dan bekas luka

Ada banyak kemiripan antara bekas luka hiperplastik dan parut, baik dari segi prinsip pembentukan maupun gejalanya, sehingga banyak orang mengira keduanya merupakan jenis bekas luka yang sama, padahal sebenarnya tidak. Kedua jenis bekas luka ini berbeda dalam hal patologi, gejala, dan perawatan, jadi mari kita bedakan satu sama lain dalam aspek-aspek berikut: 1. Bekas luka: Secara garis besar, bekas luka dibagi menjadi bekas luka primer dan bekas luka sekunder. Bekas luka primer umumnya tidak memiliki penyebab yang jelas dan sebagian besar berupa bekas luka, sedangkan bekas luka sekunder sebagian besar disebabkan oleh faktor traumatis yang merusak dermis dan menyebabkan hiperplasia berlebihan pada jaringan ikat di bawah kulit. 2. Gejala dan karakteristik yang berbeda Bekas luka hiperplastik: bervariasi dalam bentuk dan ukuran tergantung pada cedera, padat dan bengkak, berwarna merah terang atau merah tua, sedikit di atas batas kulit, tidak melebihi cedera, dan berlanjut dengan mulus ke area sekitarnya. Bekas luka: merah, benjolan keras, di atas permukaan kulit, besar dan kecil, berbentuk jamur atau berbentuk kepiting di luar luka, permukaan halus dan mengkilap, pertumbuhan infiltratif dengan kulit normal yang tidak jelas. 3 . Lokasi yang berbeda Bekas luka proliferatif: Bagian tubuh mana pun dapat mengalami pertumbuhan bekas luka jika terjadi cedera yang dalam, dan tidak ada perbedaan lokasi yang jelas. Bekas luka: Mudah ditemukan di dada, punggung, bahu, perineum, dan area daun telinga. 4. Kekambuhan Bekas luka hiperplastik: memiliki tingkat kekambuhan tertentu setelah perawatan, umumnya tingkat kekambuhan sangat rendah Bekas luka: Umumnya sulit ditekan, tingkat kekambuhan tinggi setelah perawatan, perlu dikombinasikan dengan terapi radiasi.