Insomnia parah pada pasien dengan kanker paru-paru setelah operasi

Insomnia parah pada pasien kanker paru setelah operasi mungkin terkait dengan faktor psikologis atau gejala tidak nyaman yang disebabkan oleh operasi. Insomnia berat jangka panjang akan mempengaruhi kesehatan fisik dan pemulihan penyakit pasien, sehingga disarankan agar pasien pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mencari bantuan. 1. Faktor psikologis: sebagian besar pasien menderita rasa sakit akibat penyakitnya, yang menyebabkan suasana hati menjadi buruk. Depresi psikologis, kecemasan dan kondisi lainnya, akan menyebabkan pasien mengalami insomnia berat. Pasien harus mengatur emosi mereka dan menghadapi penyakit ini dengan pola pikir yang positif. Anggota keluarga harus memberikan perhatian dan pengertian kepada pasien sebanyak mungkin selama masa pengobatan untuk membantu menyalurkan suasana hati yang buruk, dan juga dapat mencari bantuan dari psikolog. 2. Ketidaknyamanan yang disebabkan oleh periode pasca operasi: seperti demam pasca operasi, nyeri luka, gangguan pernapasan dan gejala tidak nyaman lainnya, yang mengakibatkan ketidakmampuan pasien untuk tidur dan insomnia parah. Jika gejala nyeri terlihat jelas, obat-obatan seperti tramadol dan dizocin dapat digunakan untuk meredakan nyeri. Pasien dengan suhu tubuh pasca operasi yang tinggi, yang mengakibatkan insomnia, dapat diobati dengan metode fisik kompres dingin yang dikombinasikan dengan penggunaan obat antipiretik. Insomnia parah jangka panjang tanpa pengobatan akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental pasien, dan dapat memperburuk kondisi. Disarankan agar pasien mencari bantuan dari rumah sakit tepat waktu.