Fraksi ejeksi ventrikel kiri 22% harus dioperasi, seperti implantasi alat pacu jantung CRT-D atau CCM yang dikombinasikan dengan operasi satu atap ICD.
1. Implantasi alat pacu jantung CRT-D: Jika fraksi ejeksi ventrikel kiri 22%, berarti fungsi kontraktil ventrikel kiri sangat berkurang, yang merupakan insufisiensi jantung yang serius, dan mudah menyebabkan gagal jantung, dan bahkan memiliki kemungkinan kematian mendadak, jadi Anda harus bekerja sama dengan dokter profesional untuk melakukan implantasi alat pacu jantung CRT-D sesegera mungkin untuk meningkatkan fraksi ejeksi jantung.
2. CCM yang dikombinasikan dengan operasi satu atap ICD: Jika fraksi ejeksi ventrikel kiri 22% dan operasi bypass jantung konvensional tidak dapat dilakukan, CCM yang dikombinasikan dengan operasi satu atap ICD dapat dilakukan melalui kerja sama dengan dokter profesional untuk menanamkan pengatur kekuatan sistolik jantung dan pada saat yang sama menanamkan defibrilator cardioverter, untuk meningkatkan kapasitas ejeksi dan kekuatan kontraksi miokard, untuk menghindari terjadinya kematian mendadak.
Jika pemeriksaan menunjukkan fraksi ejeksi ventrikel kiri sebesar 22%, disarankan untuk secara aktif bekerja sama dengan dokter yang merawat untuk melakukan pemeriksaan sistematis, seperti pemeriksaan darah rutin, analisis gas darah, elektrolit, kultur dahak, serta tes fungsi hati dan ginjal, agar dapat merumuskan rencana perawatan bedah yang sempurna.