Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah “Sindrom Pasca Tahun Baru Imlek”?

Setelah periode liburan Tahun Baru Imlek, ketika orang kembali bekerja dan belajar, mereka rentan terhadap serangkaian reaksi fisiologis dan psikologis yang tidak nyaman, seperti kegelisahan, merenung, ketidakmampuan untuk tidur, mual, pusing, ketidaknyamanan pencernaan, alergi kulit, dan lain-lain. Ini adalah manifestasi khas dari ‘sindrom pasca Tahun Baru Imlek’. Jadi, apa yang dapat kita lakukan untuk menghindari atau mengurangi sindrom ini? Pertama-tama, pertahankan rutinitas yang relatif teratur. Bermain kartu, mahjong, internet, permainan komputer, dan kegiatan rekreasi lainnya merupakan hal yang penting untuk hiburan liburan, sehingga sulit untuk mempertahankan rutinitas yang teratur. Disiplin diri, cobalah untuk menghindari begadang, bersosialisasi malam hari dan perilaku lainnya; Kedua, merencanakan pengaturan kerja secara bertahap Tidak disarankan untuk bekerja terlalu intens dan dengan intensitas yang terlalu tinggi di awal, dan mengatur pekerjaan secara bertahap. Ketika Anda tiba-tiba beralih dari liburan yang santai ke jadwal kerja yang sibuk, jangan membebani jadwal Anda secara bersamaan, dan jangan langsung melompat ke beban kerja yang berat dan menantang segera setelah liburan. Anda dapat memulai dengan tugas-tugas sederhana dan secara perlahan bertransisi ke ritme kerja yang normal. Jika kondisi kerja memungkinkan, Anda bisa mengobrol dengan rekan kerja sambil bekerja untuk mengurangi kepenatan kerja dan mengurangi sindrom pasca-liburan melalui metode relaksasi diri. Sekali lagi, belajarlah untuk bekerja dengan istirahat sejenak sekitar setengah jam untuk mengistirahatkan diri. Karena menurut penelitian, rentang perhatian orang berlangsung sekitar setengah jam dan kemudian mulai melemah, kali ini istirahat sedang tidak hanya dapat meningkatkan konsentrasi, tetapi yang lebih penting, mengubah postur tubuh yang telah dipertahankan untuk waktu yang lama. Pada titik ini, latihan terbaik adalah melakukan peregangan, dari bahu dan leher ke punggung dan anggota badan, untuk meregangkan dan memanjangkan otot-otot yang tegang. Terakhir, rencanakan waktu luang Anda dari pekerjaan agar Anda tidak membawa pulang pekerjaan yang tidak dapat Anda selesaikan, karena hal ini membuat orang lebih mudah bosan dengan pekerjaan mereka dan menghasilkan emosi negatif seperti mudah tersinggung, tegang, dan depresi. Anda dapat mendengarkan musik, menonton TV dan bermain game untuk bersantai dan menghilangkan stres fisik dan mental.