Setelah menopause, tubuh mungkin mengalami gejala seperti kelainan emosi, atrofi saluran genitourinari, dan kelainan tulang. 1. Kelainan emosi: Biasanya, setelah menopause, pasien terutama menunjukkan gejala seperti mudah tersinggung, depresi dan kehilangan kontrol emosi, disertai dengan kehilangan memori, gangguan tidur dan sebagainya. 2. Atrofi saluran genitourinari: setelah menopause, tingkat hormon pasien akan menurun secara bertahap, dan vagina secara bertahap akan menyusut. Pasien rentan terhadap penyakit seperti vaginitis pikun dan infeksi saluran kemih, disertai dengan inkontinensia tegang, berkurangnya tonus otot dasar panggul, dan pelepasan rahim. 3. Kelainan tulang: Setelah menopause, pasien akan meningkatkan resorpsi tulang dan mempercepat laju keropos tulang karena kurangnya estrogen, sehingga menyebabkan osteoporosis. Pasien mungkin mengalami nyeri sendi, nyeri tungkai dan gejala lainnya. Menopause adalah proses fisiologis yang harus dilalui oleh wanita, dan pasien disarankan untuk meringankan gejala-gejala di atas melalui olahraga setiap hari dan diet seimbang. Jika terjadi ketidaknyamanan lainnya, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.