Bahaya pemberian makanan pendamping ASI yang terlalu dini antara lain peningkatan insiden penyakit alergi, gangguan pencernaan, atau peningkatan risiko obesitas dalam jangka panjang. 1. Peningkatan insiden penyakit alergi: penambahan makanan pendamping ASI yang terlalu dini, terutama alergen pada beberapa makanan pendamping ASI, seperti kedelai, putih telur, makanan laut, kacang-kacangan, dll., Zat-zat alergen tersebut dapat menyebabkan alergi pada tubuh anak, kejadian asma alergi di kemudian hari, konjungtivitis alergi, rinitis alergi, radang usus alergi, dll., menjadi lebih tinggi, sehingga memengaruhi pertumbuhan anak yang sehat. 2. Gangguan pencernaan: fungsi pencernaan anak tidak berkembang dengan baik, beberapa makanan dalam anti-nutrisi, seperti antikoagulan, penghambat tripsin, saponin, dll. Dapat menyebabkan sakit perut, diare, mual, muntah, dan gejala lainnya, yang tidak kondusif bagi kesehatan saluran pencernaan anak. 3. Menyebabkan obesitas: terlalu dini menambahkan makanan pendamping ASI akan membuat rasio protein, lemak, karbohidrat, dan zat gizi lainnya pada anak menjadi tidak seimbang, beberapa anak rentan terhadap asupan makanan yang berlebihan, risiko obesitas meningkat dalam jangka panjang. Pedoman diet merekomendasikan agar anak-anak menambahkan makanan pendamping setelah enam bulan untuk memastikan pertumbuhan anak yang sehat.