Rasa gatal dan perih setelah mencukur ketiak dapat disebabkan oleh iritasi rambut, kerusakan kulit, alergi, dll. Rasa gatal dan perih dapat diatasi dengan pengobatan dan menjaga kebersihan kulit.
1. Iritasi rambut: Rambut ketiak tumbuh kembali setelah mencukur, dan rambut ketiak yang baru akan berulang kali mengiritasi kulit dan menimbulkan gejala gatal atau perih. Pasien dapat menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman untuk mengisolasi bulu ketiak dan menghindari seringnya menggosokkan bulu ketiak pada kulit. Selain itu, pasien juga dapat menggunakan alkohol atau iodofor untuk mendisinfeksi.
2. Kerusakan kulit: Saat mencukur bulu ketiak, pasien dapat menyebabkan kerusakan kulit atau kerusakan folikel rambut, yang mengakibatkan gejala seperti rasa perih dan gatal. Pasien dapat menggunakan uap yodium untuk mendisinfeksi area yang rusak dan memperhatikan kebersihan kulit, dan kemudian mereka dapat menggunakan obat topikal, seperti salep eritromisin, untuk mengobatinya.
3. Alergi: Mungkin juga pasien mengalami reaksi alergi terhadap alat cukur dan pelumas yang digunakan, yang mengakibatkan ketiak terasa gatal dan perih. Pasien dapat diobati dengan obat-obatan, menggunakan salep glukokortikoid seperti salep hidrokortison butirat atau obat antihistamin seperti loratadin untuk meredakannya.
Jika gatal akibat mencukur bulu ketiak yang disertai kesemutan semakin parah, kita harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengklarifikasi penyebab penyakitnya, dan mengikuti petunjuk dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Obat-obatan harus digunakan di bawah bimbingan dokter.