Apa saja risiko drainase hidrosefalus

Risiko drainase hidrosefalus meliputi perdarahan intrakranial, kambuhnya hidrosefalus akibat penyumbatan tabung drainase, drainase cairan serebrospinal yang berlebihan, infeksi intrakranial, dan infeksi perut. 1. Perdarahan intrakranial: pembedahan memerlukan tusukan ke dalam ventrikel otak, dan proses tusukan dapat dengan mudah menyebabkan perdarahan di saluran tusukan otak. 2. Kambuhnya hidrosefalus yang disebabkan oleh penyumbatan saluran drainase: bukaan saluran shunt kecil, kandungan protein dalam cairan serebrospinal tinggi, teksturnya lengket, dan jaringan otak atau gumpalan darah masuk ke dalam kateter, yang dapat menyebabkan penyumbatan pada kateter. Pasien kemudian dapat mengalami kambuhnya hidrosefalus, sehingga memerlukan pembedahan lagi untuk mengganti sistem drainase yang tersumbat. 3. Drainase cairan serebrospinal yang berlebihan: Jika tekanan drainase tidak seimbang, drainase yang berlebihan dapat menyebabkan sakit kepala dan mual. 4. Infeksi intrakranial dan perut: Karena drain yang dipasang adalah benda asing, tidak memiliki kemampuan untuk melawan infeksi dan memiliki saluran yang panjang, maka mudah menyebabkan infeksi intrakranial dan perut. Jika Anda menderita hidrosefalus, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan melakukan perawatan standar di bawah bimbingan dokter.