Hipotiroksinemia sederhana, juga dikenal sebagai T4emia rendah, didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana seorang wanita hamil negatif terhadap autoantibodi tiroid, memiliki kadar hormon perangsang tiroid serum yang normal, dan memiliki kadar tiroksin di bawah batas bawah kisaran referensi khusus kehamilan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa hipotiroksinemia pada ibu saja dapat meningkatkan risiko keturunan dengan IQ yang rendah, keterlambatan bahasa, hipokinesia, autisme, dan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktif. Dianjurkan agar pasien dengan hipotiroksinemia simpleks pada kehamilan harus pergi ke rumah sakit secara teratur dan mengikuti petunjuk dokter untuk mendapatkan perawatan standar, sehingga dapat menghindari penundaan kondisi, yang mungkin memiliki konsekuensi serius bagi janin atau ibu.