Ada dua bagian dalam pemeriksaan trombosit: bagian pertama adalah pemeriksaan jumlah trombosit. Pemeriksaan jumlah trombosit meliputi apakah jumlah trombosit dalam darah tepi berada dalam kisaran normal, apakah jumlah trombosit meningkat atau menurun, serta memeriksa volume tekanan trombosit dan lebar distribusi volume trombosit. Tes fungsi trombosit, termasuk tes kontraksi trombosit, serta tes imunoglobulin terkait trombosit dan tes agregasi trombosit, juga tersedia. Tes-tes ini digunakan untuk membuat diagnosis definitif jumlah, fungsi dan status trombosit. Sebagai contoh, penyakit yang paling umum pada pasien dengan jumlah trombosit yang sangat rendah adalah purpura trombositopenik imun. Bagian kedua adalah pemeriksaan fungsi trombosit. Jika pasien ini memiliki jumlah trombosit yang normal, tetapi waktu perdarahan sangat lama dan fungsi agregasi trombosit ditemukan berkurang secara signifikan melalui pemeriksaan, kemungkinan besar penyakitnya adalah anemia trombosit.