Hati buatan biasanya bertahan sekitar enam bulan hingga tiga tahun, tergantung pada pemulihan fungsi hati.
Dalam praktik klinis, hati buatan terutama digunakan untuk mengobati gejala gagal hati melalui intervensi buatan. Jika gagal hati tidak dapat dipulihkan setelah hati buatan dilakukan dan hanya dapat dipertahankan oleh hati buatan, umumnya hanya dapat dipertahankan selama sekitar setengah tahun hingga satu tahun. Namun, jika fungsi hati pulih dengan relatif baik, waktu pemeliharaannya akan relatif lebih lama, biasanya sekitar dua hingga tiga tahun.
Perlu dicatat bahwa hati buatan jangka panjang dapat menyebabkan tubuh mengalami pendarahan dan infeksi, yang dapat mengancam jiwa pada kasus-kasus yang serius. Oleh karena itu, jika kondisinya memungkinkan, pasien dianjurkan untuk menjalani transplantasi hati, yang secara efektif dapat memperpanjang usia.