Masih ada kemungkinan kambuh setelah ablasi laser, tetapi risiko spesifiknya dapat bervariasi, tergantung pada penyebab penyakit, tingkat keparahan penyakit, dan faktor lainnya, yang perlu dianalisis secara khusus.
1. Risiko kekambuhan yang lebih tinggi: disebabkan oleh perdarahan vitreous, tumor intraokular, dan penyebab lain yang sulit diobati, dengan gejala yang lebih serius, pengobatan yang tidak tepat waktu, dan ablasi laser yang tidak sempurna, kemungkinan kambuhnya nyamuk Aedes lebih tinggi.
2. Risiko kekambuhan yang lebih rendah: disebabkan oleh peradangan vitreous, infeksi parasit, dan penyebab lain yang mudah diobati, dengan gejala yang tidak terlalu parah dan pengobatan yang tepat waktu serta ablasi laser yang menyeluruh, kemungkinan kambuhnya nyamuk Aedes lebih rendah.
Perlu juga dicatat bahwa, selain perawatan laser, pengobatan dan perawatan bedah juga biasa digunakan dalam perawatan klinis penyakit nyamuk Aphthous, dan aplikasi gabungan dari berbagai terapi sering kali dapat mencapai hasil yang lebih baik daripada terapi tunggal.
Oleh karena itu, orang yang didiagnosis harus didiagnosis dan dirawat di bawah bimbingan dokter profesional untuk meminimalkan risiko kambuhnya penyakit, dan tidak boleh sembarangan membuang penyakitnya sendiri untuk menghindari intervensi yang tidak tepat dan konsekuensi yang merugikan.