Pasien yang mengalami nyeri sering kali disertai dengan perasaan tidak menyenangkan dan pengalaman emosional, secara teoritis, segala jenis psikoterapi dapat digunakan untuk pengobatan nyeri selama dapat memperbaiki kondisi subyektif pasien. Dalam praktik klinis, kondisi berikut dapat menjadi sasaran psiko-psikoterapi: (1) rasa sakit pasien terjadi dengan gangguan psikologis tanpa penyebab fisik yang serius; (2) pasien tertentu dengan nyeri kronis jangka panjang memiliki beban psikologis dan sosial yang berat, dan mereka perlu menjalani penyesuaian emosional dan psikologis untuk mencapai tujuan meredakan dan menghilangkan rasa sakit. (3) Orang yang menderita nyeri kronis dalam waktu yang lama akan mengembangkan beberapa pola perilaku yang tidak diinginkan, dan untuk menghilangkan pola perilaku yang tidak diinginkan tersebut, mereka perlu menjalani psikoterapi. Ada berbagai macam terapi psikosomatis, dan terapi perilaku, terapi psikodinamik (psikoanalisis), terapi suportif, hipnosis dan terapi sugesti, dan terapi relaksasi sering dipilih untuk manajemen nyeri.