Disartria biasanya disebabkan oleh kelumpuhan otot-otot organ artikulatoris, ataksia, atau peningkatan tonus otot. Gejalanya meliputi kesulitan dalam artikulasi, artikulasi yang tidak normal, dan artikulasi yang tidak jelas, tetapi bahasanya benar. Latihan rehabilitasi biasanya meliputi latihan otot lokal, latihan gerakan bibir dan lidah, serta latihan artikulasi.
1. Latihan otot lokal: pasien dapat meningkatkan kelenturan bibir dan otot wajah dengan meniup balon dan potongan kertas, serta menggunakan sedotan untuk menghisap air.
2. Latihan gerakan bibir dan lidah: latihan cermin, termasuk membuka dan menutup bibir secara berulang-ulang, mengangkat lidah, memiringkan ke kiri, memiringkan ke kanan, dan menarik lidah, dan lain-lain, yang kesemuanya itu dapat menjadi dasar yang baik bagi pasien untuk mengucapkan dengan benar.
3. Latihan pengucapan: latihlah pengucapan kata dan nada yang benar, dan secara bertahap beralih ke kalimat yang panjang. Latihan juga dapat diperkuat dengan membacakan puisi, dll. untuk mendorong pemulihan pasien lebih lanjut.
Rehabilitasi adalah proses yang bertahap. Pasien disarankan untuk menjaga sikap yang baik dan secara aktif bekerja sama dengan perawatan. Biasanya, kemampuan bicara akan meningkat sampai batas tertentu melalui latihan yang teratur dan sistematis.