Saat musim panas tiba, fungsi semua sistem dalam tubuh anak-anak berubah. Misalnya, sistem pencernaan rentan terhadap gangguan pencernaan karena suhu meningkat dan enzim pencernaan dikeluarkan lebih sedikit dan daya pencernaan berkurang. Gangguan pencernaan utama pada anak-anak di musim panas adalah diare, gangguan pencernaan, dan radang usus. Diare Karena suhu tinggi dan kelembaban tinggi di musim panas, makanan mudah rusak dan jika anak-anak secara tidak sengaja makan makanan basi, mereka mungkin menderita diare atau keracunan makanan. Anak-anak juga suka makan minuman dingin dan makanan dingin, yang juga dapat menyebabkan diare jika mereka makan terlalu banyak atau jika mereka tidak cukup higienis saat menyiapkannya. Di musim panas, ketika cuaca panas, anak-anak yang kedinginan, yang menghabiskan banyak waktu di dalam AC atau berendam di air dingin, rentan terhadap infeksi virus yang dapat menyebabkan diare. Anak-anak memiliki lebih banyak peluang untuk mengalami diare menular di musim panas, seperti disentri, terutama dari bulan Juni hingga September, ketika itu menyumbang sekitar 70% dari insiden disentri tahunan. Gangguan pencernaan Gejala utama gangguan pencernaan pada anak-anak adalah anoreksia, pola makan yang buruk, perut terasa penuh dan kembung, muntah, dan tinja berbau busuk. Terlepas dari kebersihan dan kebiasaan makan, perlu dicatat bahwa peran faktor psikologis dalam patogenesis gangguan pencernaan fungsional menjadi penting. Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien dengan dispepsia fungsional memiliki hubungan yang erat dengan kecemasan dan depresi. Suasana hati yang buruk pada anak-anak juga dapat berkontribusi pada timbulnya gejala dispepsia. Orang tua harus mengatur suasana hati anak-anak mereka dengan tepat untuk menjaga mereka tetap bahagia dan dalam suasana hati yang alami, selain memperhatikan pola makan mereka. Radang usus Radang usus adalah peradangan akut atau kronis pada mukosa usus. Istilah umum radang usus adalah istilah umum yang mencakup radang lambung, usus kecil dan usus besar. Penyebab enteritis biasanya sekunder akibat penyakit infeksi, parasit dan toksik tertentu. Selain itu, radang usus juga dapat disebabkan oleh bakteri patogen. Gejala utama radang usus adalah diare, sakit perut, demam dan toksemia. Bila terjadi peradangan pada duodenum, dapat terjadi muntah.