Nyeri terbakar saat buang air kecil, kemungkinan penyebabnya: Pertama, menderita infeksi saluran kemih, infeksi akan menyebabkan penyumbatan, pembengkakan dan erosi pada selaput lendir saluran kemih, sehingga akan timbul rasa terbakar dan perih pada uretra saat buang air kecil. Hal ini juga dapat disertai dengan gejala-gejala seperti sering buang air kecil, urgensi, nyeri saat buang air kecil, atau dengan peningkatan jumlah cairan yang keluar, dan pada kasus yang parah bahkan dapat disertai dengan nyeri punggung dan demam. Tes urin rutin lebih lanjut dan tes kultur urin diperlukan untuk memastikan diagnosis lebih lanjut. Kedua, uretritis non-gonokokal dapat menyebabkan rasa terbakar dan menyengat pada air seni, yang disebabkan oleh infeksi mikoplasma dan klamidia melalui kontak seksual yang tidak murni. Rasa terbakar dan menyengat disertai dengan peningkatan keluarnya cairan dari uretra, yang berwarna kuning atau putih dan lengket. Hal ini dapat disertai dengan sensasi buang air kecil yang tidak tuntas atau keluarnya cairan yang kering dan berkerak, serta dapat menempel pada uretra. Ketiga, ketika batu terdapat dalam saluran kemih, batu dapat menyebabkan rasa sakit seperti terbakar dan menyengat saat buang air kecil dan dapat disertai dengan kelainan buang air kecil, seperti percabangan atau mengedan saat buang air kecil. Beberapa pasien mungkin mengalami darah yang menetes dari uretra dan memerlukan uretroskopi lebih lanjut untuk memastikan diagnosis.