Keengganan untuk pergi ke sekolah di taman kanak-kanak biasanya dilihat secara klinis sebagai kecemasan berpisah. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menjalin hubungan dengan guru taman kanak-kanak untuk memahami pengalaman menyakitkan yang dialami anak selama proses penerimaan dan apa yang menyebabkan keengganan untuk pergi ke sekolah. Dengan berkomunikasi dan berbagi dengan guru, masalahnya dapat diidentifikasi. Dengan upaya bersama antara guru dan orang tua, bantu anak Anda untuk menemukan minat di taman kanak-kanak, misalnya, jika anak Anda tertarik pada mainan tertentu, Anda dapat melakukan lebih banyak upaya di bidang ini, sehingga anak Anda dapat secara aktif berpartisipasi dan membangun hubungan yang baik dengan anak-anak lain, dan mengurangi kecemasan dan pengalaman menyakitkan saat masuk taman kanak-kanak dengan bantuan anak-anak lain. Sebagai orang tua, penting juga untuk secara aktif membangun hubungan dengan anak Anda dan membantu mereka mengenali bahwa ada sesuatu yang menarik dan menarik tentang taman kanak-kanak melalui efek perilaku yang bermanfaat dan memperkuat, dan bahwa anak dapat secara bertahap beradaptasi dengan lingkungan taman kanak-kanak untuk mencapai efek terapeutik yang efektif. Pada titik ini, penting untuk bersabar dan lebih aktif dalam membantu anak menikmati masa taman kanak-kanak dan pada akhirnya mencapai tujuan terapeutik.