Istilah ilmiah untuk keberadaan bakteri dalam darah adalah bakteremia, yang perlu diobati dengan antibiotik, yang ada berbagai macam jenisnya, dan kultur darah perlu diambil terlebih dahulu untuk mengklarifikasi jenis bakteri dan antibiotik yang sesuai yang dipilih berdasarkan hasil sensitivitas obat. Ketika bakteremia muncul, maka perlu diobati dengan antibiotik yang sensitif terhadap jenis bakteri tertentu, sehingga diperlukan tes sensitivitas obat, yaitu kultur darah. 1. Untuk infeksi bakteri gram negatif, kuinolon dan sefalosporin generasi ketiga dapat dipilih untuk pengobatan, yang diwakili oleh levofloksasin, cefoperazone, dan sefotaksim. 2. Infeksi bakteri gram positif dapat diobati dengan antibiotik seperti vankomisin. 3. Untuk infeksi yang parah, obat-obatan seperti meropenem, imipenem, tigecycline dan linezolid dapat digunakan. 4. Sebelum hasil sensitivitas obat jelas, pengobatan anti-infeksi empiris dapat dilakukan terlebih dahulu, dan obatnya termasuk sefalosporin. Antibiotik harus digunakan dengan hati-hati dan di bawah bimbingan dokter.