Bagaimana cara menyerahkan materi pencitraan medis (X-ray, CT, MR)?

  Ketika mencari perawatan medis secara online, dokter umumnya meminta pasien untuk memberikan film CT, MRI dan X-ray sedetail dan seakurat mungkin; oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk meninjau berbagai materi pencitraan medis (film), dan metode serta langkah-langkah dasarnya adalah sebagai berikut.  (a) Kamera digital: 5 juta piksel atau lebih, untuk mengambil seluruh film sekaligus (lampu kilat tidak diperbolehkan).  (B) tripod: dapat mendukung tripod kamera biasa (efek bidikan tangan sering kali buruk).  (C) sumber cahaya latar belakang (tentu saja, kotak tampilan rumah sakit untuk latar belakang hasil terbaik): 1, kaca jendela: kaca jendela siang hari (tidak ada pola pola kaca wol, tidak ada jaring pengaman; jika tidak, akan ada bayangan di latar belakang), latar belakang jendela harus: langit tak berawan, tidak ada awan, bangunan, pepohonan, dan latar belakang lainnya; sinar matahari tidak bisa diarahkan ke jendela, untuk mencegah pantulan ke dalam gambar, mengganggu efek pemotretan.  2, monitor komputer (layar 17 inci atau lebih): klik “Mulai” -> “Semua Program” -> “Aksesoris “-→” notepad “atau” papan tulis “-→ buka notepad atau papan tulis -→ maksimalkan -> Jadikan desktop putih dan paling terang.  (Ini adalah Injil bagi para geek dan wanita.) 2.  (b) Penempatan film: film ditempatkan secara horizontal di depan sumber cahaya latar belakang, karena kamera biasanya lebar > tinggi, film akan ditempatkan secara horizontal untuk memaksimalkan ukuran gambar ke dalam materi gambar.  (iii) Menghalangi cahaya: gunakan bayangan untuk menghalangi cahaya berlebih dari latar belakang atau kaca jendela.  (iv) Sesuaikan parameter kamera: tetapkan resolusi ke maksimum, matikan lampu kilat, tetapkan warna gambar menjadi hitam dan putih, dan nyalakan makro untuk melihat lesi secara dekat.  (v) Penggunaan lensa: Sebaiknya gunakan ujung medium atau telefoto dan sudut lebar yang tidak terlalu lebar untuk menghindari distorsi gambar. Pertahankan subjek tegak lurus pada lensa kamera dan bidik film secara tepat; jangan membidik pada punggung Anda, pada suatu sudut, atau melihat ke bawah.  (f) Pencahayaan: Gunakan sistem pencahayaan otomatis dan tetapkan mode pencahayaan pada multi-pencahayaan atau pengukuran rata-rata, jangan pernah menggunakan pengukuran titik.  (vii) Sesuaikan jarak pemotretan: kamera berjarak sekitar 1 m dari film, peregangan moderat zoom optik kamera untuk memastikan bahwa semua gambar film masuk ke dalam kisaran pembingkaian, jika dimaksimalkan tidak dapat membuat gambar menjadi lebar penuh, Anda dapat bergerak lebih dekat ke kamera.  Catatan: Merentangkan zoom tidak akan mencapai posisi zoom digital. Sebagian besar kamera digital melakukan zoom dengan garis yang memisahkan zoom optik dari zoom digital yang ditampilkan pada layar. Tujuannya adalah untuk mengurangi pantulan apabila bodi kamera disinari oleh sumber cahaya latar belakang, dan mengurangi distorsi gambar yang ditangkap. (Jika kamera berada dalam mode makro dan sangat dekat ke cahaya yang terlihat, gambar yang diambil tidak akan berbentuk persegi).  (H) penyangga tripod: menyangga kamera, sehingga lensa kamera sejajar dengan bagian tengah film, tripod yang berkualitas baik, Anda bisa meletakkan film secara vertikal, sementara kamera vertikal (tripod sederhana, kamera tidak bisa vertikal dengan baik, jangan gunakan cara ini).  (ix) mulai memotret: nyalakan fungsi selang waktu kamera, tekan sedikit rana untuk fokus, lalu tekan bagian bawah, biarkan kamera untuk menghindari getaran, tunggu hingga kamera secara otomatis menyelesaikan pemotretan setelah beberapa detik (tahan napas saat menekan rana untuk mencegah gambar bergetar).  Ketiga, keterampilan memotret.  (a) Pemotretan film sinar-X: (Jangan meletakkan film secara terbalik, nonaktifkan lampu kilat) 1, waktu pencahayaan: 1/1500 detik hingga 1/60. 2, panjang fokus: 2,8 atau 3,5 (film sinar-X biasa, bergantung pada kecerahannya).  3 . Mode pemotretan: Mode pemotretan otomatis, mode pemandangan potret, lampu kilat dinonaktifkan, resolusi gambar 1280 x 960 (kira-kira 1,2 megapiksel atau 1,2M), kualitas gambar pilih mode halus.  4 . Jarak pemotretan: Sesuaikan jarak pemotretan sesuai dengan ukuran film sinar-X, tekan rana separuh untuk memfokuskan secara otomatis, tekan rana sepenuhnya untuk mengambil gambar.  5 . Perhatian: Nama pasien, nomor sinar-X, tanggal pemeriksaan, rumah sakit pemeriksaan, kiri dan kanan dan informasi teks dan numerik lainnya pada film sinar-X biasanya ditandai di ujung atas dan bawah film dan di samping, dan seluruh film sinar-X harus benar-benar diambil saat memotret untuk mencerminkan semua informasi dengan jelas.  (ii) Pemotretan film MRI dan CT (jangan membalikkan film dan menonaktifkan lampu kilat): 1. Waktu menyilaukan: 1/400 untuk film CT dan 1/250 untuk MRI. 2. Pemotretan seluruh gambar besar: Resolusi gambar harus lebih besar dari 2272 × 1704 (sekitar 4 megapiksel atau 4M), sebaiknya hingga 5 megapiksel atau 5M untuk memudahkan analisis dokter terhadap setiap gambar kecil.  3 . Pemotretan gambar kecil: Karena setiap gambar film kecil berukuran kecil, resolusi gambar harus 800 × 600 (sekitar 480.000 piksel atau 0,5M, VGA); dan setiap gambar kecil harus diambil secara berurutan dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah, termasuk teks dan informasi digital tentang nama, nomor, tanggal pemeriksaan, rumah sakit tempat pemeriksaan, dan tingkat pemindaian yang ditandai di bagian atas, bawah, dan kiri setiap film kecil.  4 . Mode pemotretan: mode pemotretan otomatis, mode pemandangan potret; pemilihan kualitas gambar mode halus.  5 . Jarak pemotretan: pemotretan jarak dekat (jarak fotografi sekitar 25cm-50 cm), aktifkan fungsi fotografi makro atau ultra-makro.  Setelah memotret, impor foto ke komputer dan gunakan monitor untuk memeriksa hasil pemotretan dan mengecualikan masalah berikut ini: (a) Informasi pelabelan yang tidak lengkap di sekeliling film: semua informasi pelabelan di sekeliling film tidak disertakan sewaktu memotret.  (b) Bayangan dan informasi yang tidak jelas di sekeliling film: goyangan kamera selama pemotretan. Dianjurkan untuk menggunakan tripod, aktifkan fungsi anti goyangan kamera atau tambahkan kabel rana ketika melakukan pemotretan ulang; (c) Informasi yang tidak jelas di sekeliling film, tetapi tidak ada bayangan: fokus yang salah selama pemotretan. Jika lampu fokus berkedip, mode fokus harus diperiksa untuk fokus yang benar.