Asupan vitamin K dalam makanan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi pasien yang mengonsumsi warfarin dalam jangka waktu yang lama, sehingga disarankan agar pasien mempertahankan asupan vitamin K yang relatif stabil, dan pemantauan harus diperkuat jika terjadi perubahan yang signifikan. Vitamin K terutama berasal dari sayuran hijau, dan ditekankan bahwa asupan yang relatif stabil harus dipertahankan. Makanan yang mengandung vitamin K tidak boleh dengan sengaja dihindari hanya untuk tujuan mengurangi efek diet pada efek antikoagulan warfarin, agar tidak mempengaruhi kesehatan tubuh. Makanan yang mengandung vitamin K tinggi dapat lebih memusuhi efek antikoagulan warfarin dan mengurangi efek antikoagulannya. Kandungan vitamin K dalam makanan yang umum adalah sebagai berikut. 1, sayuran Tinggi: peterseli (dimasak > mentah), seledri (dimasak > mentah), kubis, daun bawang, selada, paprika hijau, daun bawang, bayam, selada, zaitun Rendah: wortel, lobak, terong, jamur shiitake, jamur, bawang bombay, seledri, kembang kol, mentimun, tomat, kentang, buncis, telur 2, minuman Tinggi: teh hijau, teh hitam Rendah: jus buah, kopi, kola 3, buah-buahan Rendah: apel, semangka, persik, stroberi, buah kiwi, alpukat Rendah: apel, semangka, persik, stroberi, kiwi, pir, jeruk, melon, ceri, dll. 4. Daging Rendah: ikan, udang, babi, ayam, daging sapi, dll. Buah-buahan dan daging dengan kandungan vitamin K yang rendah memiliki dampak yang lebih kecil terhadap efek antikoagulan warfarin.