Anak yang mengalami perut kembung dan muntah biasanya berhubungan dengan pola makan yang tidak teratur, radang saluran cerna, stenosis pilorus, dan faktor lainnya. 1. Pola makan yang tidak teratur: Jika Anda tidak memperhatikan postur tubuh saat makan, atau menelan banyak udara, Anda mungkin muntah setelah makan. 2. Peradangan saluran cerna: infeksi saluran cerna dan stimulasi berulang pada jaringan mukosa saluran cerna oleh bakteri patogen dapat dengan mudah menyebabkan penurunan fungsi saluran cerna, sehingga menimbulkan gejala seperti perut kembung, mual, muntah, dan lain-lain, yang dapat sangat mempengaruhi nafsu makan. 3. Kejang dan penyempitan pilorus: termasuk dalam kelainan bawaan, ketika pilorus kejang, sehingga lumen menjadi sempit, makanan tidak dapat lewat secara normal, mungkin ada muntah, mual dan gejala lainnya. Perut kembung dan muntah pada anak juga dapat disebabkan oleh iritasi dingin saat tidur tanpa memperhatikan agar tetap hangat. Disarankan untuk melakukan observasi untuk sementara waktu, jika gejala lebih serius dan disertai dengan gejala seperti penurunan berat badan dan buang air besar yang tidak normal, maka perlu segera berkonsultasi dengan dokter dan menganalisa penyebab penyakit melalui pemeriksaan darah dan feses secara rutin.