Menggigit kuku pada anak berkaitan dengan peniruan terhadap orang lain, omnivora, gangguan obsesif-kompulsif, dan sebagainya. 1. Meniru orang lain: Untuk anak-anak yang tidak memiliki kebiasaan menggigit kuku di masa lalu, mereka mungkin selalu menggigit kuku karena mereka meniru perilaku menggigit kuku orang lain di sekitarnya. 2. Ectophagia: Etiologi ectophagia masih belum jelas, dan mungkin terkait dengan kekurangan nutrisi, faktor mental dan psikologis, serta latar belakang pendidikan keluarga. Perilaku umum anak-anak dengan heterofilia adalah mereka sering memakan benda-benda yang tidak bergizi dan bukan makanan, seperti kotoran, rambut, cacat intelektual, dan lain-lain, yang juga dapat dimanifestasikan dengan selalu menggigit kuku. 3. Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD): OCD terkait dengan faktor genetik, ciri-ciri kepribadian, lingkungan psikologis, dll. Beberapa anak dapat mengembangkan perilaku makan berlebihan karena OCD, yang dapat dimanifestasikan sebagai selalu menggigit kuku. Untuk beberapa anak, perilaku kompulsif untuk selalu menggigit kuku dapat terjadi karena kuku yang tidak rata, sehingga ujung kuku harus rapi. Selain hal-hal di atas, kondisi lain seperti kebiasaan buruk, kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, dan stres emosional juga dapat menyebabkan anak menggigit kuku sepanjang waktu. Disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu, menyelesaikan pemeriksaan untuk mengklarifikasi penyebab penyakit, dan kemudian memberikan perawatan atau terapi yang ditargetkan di bawah bimbingan dokter.