Hari ini, 7 April, Hari Kesehatan Sedunia, tema publisitasnya adalah “Menghadapi Depresi Bersama, Mempromosikan Kesehatan Mental”, yang berfokus pada mempopulerkan pengetahuan kesehatan mental di kalangan masyarakat umum, mengadvokasi perlakuan dan perawatan yang setara bagi penderita depresi dan penyakit mental lainnya di masyarakat, serta membimbing masyarakat untuk memiliki pemahaman ilmiah tentang masalah psikologis dan perilaku serta penyakit mental, dan mencari bantuan profesional dengan benar. Meningkatkan pemahaman dan perhatian masyarakat terhadap depresi, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan mental dan layanan kesehatan mental. Depresi Pasca Melahirkan Menurut statistik, 60% hingga 70% ibu akan mengalami periode “sindrom bayi” dengan kelahiran anak-anak mereka, yaitu depresi pasca melahirkan. Apa itu depresi pascakelahiran? Perubahan hormon dalam tubuh, rasa takut dan panik yang berlebihan yang disebabkan oleh proses kelahiran, serta kelelahan pascamelahirkan, stres karena merawat bayi, kurang tidur, ditambah lagi dengan rasa sakit saat menyusui, serta perubahan peran dan kebiasaan yang begitu cepat, membuat para ibu merasa frustasi, tidak berdaya, dan mengalami perubahan psikologis. Depresi pascapersalinan biasanya muncul dalam waktu enam minggu, dan durasi depresi berkisar antara 3-6 bulan, atau 1-2 tahun, hingga menjadi penyakit berat atau bahkan seumur hidup yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Depresi pascapersalinan menyebabkan 15-25 persen angka kematian akibat bunuh diri, sementara memiliki anak kedua memiliki tingkat kekambuhan 20-30 persen. Apa saja manifestasi spesifiknya Sebagian besar ibu yang mengalami depresi pascakelahiran akan menjadi sangat tidak stabil secara emosional, misalnya, mereka akan menangis tanpa sebab, tertekan, dan kewalahan. Sekitar 10-15% ibu baru menunjukkan gejala yang sangat kuat, pada kenyataannya, ini adalah kinerja depresi pascapersalinan. 1, hari ketiga depresi Sebagian besar pada kehamilan pertama ibu baru, sering kali saat melahirkan dalam waktu tiga hari sejak timbulnya gejala yang lebih ringan, terutama dimanifestasikan dalam depresi suasana hati, kecemasan, insomnia, lekas marah, kurang perhatian, berlanjut selama beberapa hari setelah gejala dapat hilang dengan sendirinya. 2, depresi endogen sering terjadi pada persalinan 2 minggu setelah onset, dimanifestasikan sebagai agitasi, suasana hati yang rendah, kecemasan, ketidakberdayaan, keputusasaan, rasa bersalah, khawatir tidak dapat memberi makan bayi; kasus-kasus serius akan mengkhawatirkan bayi di dunia menderita dan tampaknya menyakiti perilaku bayi. 3, depresi neurotik sebagian besar ibu baru ini memiliki riwayat medis masa lalu, setelah melahirkan, kejengkelan suasana hati yang buruk, ketidaknyamanan fisik, ketidakstabilan emosi, mudah marah, gangguan tidur. Cara mengatasi depresi pascamelahirkan 1, ibu harus belajar menyesuaikan diri, menahan diri, membangun kepercayaan diri untuk menyusui bayi, dan mencoba menemukan kebahagiaan dari bayi yang cantik. 2, sebisa mungkin istirahat, makan lebih banyak buah dan sayur, jangan makan terlalu banyak coklat dan permen, makan makanan kecil, kesehatan fisik bisa membuat mood stabil. 3 . Beraktivitas sebanyak mungkin, seperti berjalan kaki, melakukan pekerjaan rumah tangga yang lebih mudah, dll., Tetapi hindari latihan fisik yang berat. 4 .Jangan terlalu khawatir, Anda harus belajar untuk santai. Jangan memaksakan diri untuk melakukan hal-hal yang tidak ingin Anda lakukan atau yang mungkin membuat Anda kesal. 5 .Beritahukanlah kepada suami Anda tentang perasaan dan pikiran Anda, sehingga ia dapat berbagi dengan Anda dan membaginya dengan Anda. Dengan cara ini, Anda akan secara bertahap mendapatkan kembali kepercayaan diri Anda, meningkatkan kekuatan Anda, dan menghadapi hidup dengan bahagia. Selain pertama-tama belajar mengatur diri sendiri dan memiliki hati yang kuat, tetapi juga tidak terlepas dari pengertian dan dukungan keluarga. Tips hangat: proses menyusui sekresi susu ketika oksitosin akan memberi Anda rasa senang! Ibu baru: kehidupan memiliki bayi baru saja dimulai, kecemasan dan kehilangan yang tidak dapat dijelaskan hanyalah hormon nakal yang berperan! Berapa banyak orang yang memiliki bekas luka yang tidak dapat Anda lihat di balik kemewahan hidup? Ibu yang bahagia akan melahirkan bayi yang bahagia! Semoga Anda menjadi ibu yang bahagia! Dalam proses merawat pertumbuhan anak Anda, lalui dan rasakan kegembiraan tumbuh bersama bayi Anda! Yang harus dilakukan oleh seorang ibu adalah menikmati perubahan dan menghibur dirinya sendiri!