Apakah Ebola memiliki tingkat kematian yang tinggi?

Tingkat kematian rata-rata untuk infeksi Ebola adalah sekitar 50 persen. Rute utama penularan virus Ebola adalah melalui kontak, aerosol, jarum suntik, dan penularan seksual. Tingkat virus dalam darah pasien pada fase akut sangat tinggi dan hiperviraemia ini dapat bertahan hingga pasien meninggal. Muntahan, ekskresi, dan sekresi konjungtiva pasien juga sangat menular. Kontak kulit dan selaput lendir dengan darah, cairan tubuh, dan ekskresi pasien, serta benda-benda yang terkontaminasi dengan kontaminan di atas, adalah penyebab utama penularan. Kontak dekat antara petugas kesehatan atau anggota keluarga pasien dengan pasien merupakan faktor penting dalam perluasan demam berdarah Ebola. Kontak dengan hewan yang terinfeksi seperti kelelawar atau primata juga dapat menular. Penularan demam berdarah Ebola pada monyet rhesus dapat disebabkan oleh aerosol, dan tidak ada bukti bahwa gigitan nyamuk dapat menularkan virus Ebola. Pencegahan dan pengobatan Ebola saat ini dapat dilakukan melalui vaksinasi terhadap virus Ebola. Penting untuk melakukan tindakan pencegahan setiap hari, menggunakan masker sebanyak mungkin, dan menghindari kontak yang terlalu dekat dengan pasien Ebola.