Sejak masa janin, otak berada dalam periode perkembangan berkecepatan tinggi, dan setelah bayi lahir, otak terus berkembang dengan cepat, dan hingga usia 3 tahun merupakan tahap perkembangan otak yang sangat kritis. Kecerdasan bayi tidak hanya dipengaruhi oleh genetika, tetapi juga oleh nutrisi dan faktor lainnya. Pemberian makanan yang wajar kondusif bagi perkembangan otak bayi untuk memberikan nutrisi yang cukup bagi kecerdasan bayi. 1, nutrisi pada masa janin Nutrisi selama kehamilan sangat penting bagi janin, selain memperhatikan pola makan yang seimbang, daging dan sayuran, ada baiknya memperhatikan kehamilan harus memperhatikan protein berkualitas tinggi, DHA, asam folat, zat besi, seng, yodium dan asupan nutrisi lainnya. 2, nutrisi bayi Setelah kelahiran bayi, cobalah untuk menyusui, menyusui kondusif untuk mengurangi kemungkinan penyakit bayi, tetapi juga dapat cukup untuk kecerdasan bayi. Ibu menyusui juga perlu memperhatikan pola makannya sendiri, asupan harian 300 mg DHA, dapat terus melengkapi multi-vitamin kompleks untuk mencegah kekurangan mikronutrien. Jika ibu tidak dapat menjamin asupan DHA yang cukup, mereka dapat menambahkan 100 mg DHA untuk bayi dan anak kecil mereka setiap hari. Setelah usia 6 bulan, makanan tambahan yang kaya akan zat besi, seng, dan protein harus ditambahkan kepada bayi tepat waktu. Prinsip penambahan makanan pendamping ASI adalah dari sedikit ke banyak, dari sedikit ke banyak, dari encer ke kental, dari halus ke kasar, dan tambahkan secara bertahap, jadi jangan terlalu terburu-buru. Dianjurkan untuk memulai dengan bubuk beras yang diperkaya zat besi, dan menambahkan sayuran yang dihaluskan setelah 10 hari menambahkan bubuk beras. Sayuran umbi-umbian, seperti wortel dan labu yang dihaluskan, dapat digunakan. Setelah usia 7 bulan, anemia defisiensi besi merupakan tahap prevalensi yang tinggi dan kekurangan zat besi yang terus-menerus dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi Anda. Daging, hati dan produk darah merupakan suplemen zat besi yang baik. Bayi di atas 1 tahun harus makan 1 butir telur sehari, 30~50g makanan hewani, 1~2 kali seminggu hati hewan atau darah hewan, 1~2 kali ikan dan udang atau ayam dan bebek, 3~4 kali daging merah (daging babi, daging sapi, daging kambing, dll.), sekitar 100g sereal, sekitar 150g sayuran dan buah-buahan, dan 20g minyak nabati. makanannya harus agak lunak, ringan dan tidak terlalu asin. Tips hangat: bayi juga harus bersikeras minum susu setelah menambahkan makanan pendamping. Jika memungkinkan, anjurkan menyusui sampai usia 2 tahun. Bayi yang tidak dapat melanjutkan menyusui harus dijamin 500ml susu formula sehari.