Trakeotomi adalah metode penting untuk menyadarkan pasien dengan penyakit akut dan kritis, tetapi juga membawa bakteri secara langsung melalui sayatan, yang menyebabkan infeksi paru-paru, sehingga perawatan yang baik untuk pasien yang di-trakeotomi sangat diperlukan. Pertama-tama, lingkungan bangsal dijaga pada suhu dan kelembapan yang tepat, didesinfeksi dua kali sehari, dijaga agar tetap tenang dan sangat aseptik. Hindari anggota keluarga yang menemani pasien dan ganti pakaian dan tempat tidur pasien tepat waktu. Kedua, tanda-tanda vital pasien dipantau secara ketat, perubahan makna dan aktivitas anggota tubuh pasien dipahami, dan pada pasien dengan diabetes, kadar glukosa darah dipantau. Sekali lagi, pengamatan yang cermat terhadap trakeotomi diperlukan, dengan mencatat setiap perdarahan dan menjaga area sayatan tetap kering dan bersih. Juga perlu untuk meningkatkan pelembapan saluran napas untuk mengurangi kekentalan dahak, mengurangi pembentukan kerak dahak dan menghindari penyumbatan kateter. Selain itu, perawatan aspirasi harus diperkuat dengan meninggikan kepala tempat tidur pasien dan mengamankan selang trakea untuk mencegah pelepasan, dan perawatan mulut pasien harus diperkuat.