Tes fungsi ginjal biasanya dilakukan dengan memeriksa darah dan memeriksa fungsi ginjal sebagai item tes, atau jika lebih akurat, ECT ginjal ganda. Fungsi ginjal dapat dinilai dari kemampuan detoksifikasi ginjal, dan racun yang lebih representatif dalam darah adalah kreatinin dan nitrogen urea. Jika kedua indikator ini berada dalam kisaran normal, berarti fungsi ginjal normal. Jika keduanya berada di atas batas atas normal, ini menunjukkan adanya gagal ginjal. Cara lain yang lebih akurat untuk menentukan fungsi ginjal adalah dengan melakukan ECT ginjal ganda. Prinsip tes ini adalah menyuntikkan nukleotida ke dalam tubuh, yang diekskresikan dalam urin setelah beredar ke ginjal dalam aliran darah. Tes ini lebih akurat daripada tes darah, tetapi memiliki kekurangan, karena bersifat radioaktif karena menggunakan nuklida.