Penerapan teknologi CAL

Dalam praktik klinis, SVF, yang mengandung ADSC, biasanya diperoleh dengan sedot lemak pada perut atau paha dan kemudian disentrifugasi, dicerna dan dicuci, dll. Kemudian dicampur dengan jaringan adiposa dalam proporsi tertentu dan ditransplantasikan ke area penerima. SVF juga dapat dikultur secara in vitro untuk mendapatkan ADSC yang tumbuh di dinding, dan ADSC dengan status pertumbuhan yang baik secara in vitro dapat diambil untuk transplantasi komposit dengan jaringan adiposa. Karena teknologi CAL telah terstandarisasi dan mudah diotomatisasi, peralatan industri kini tersedia, sehingga promosi dan penerapan teknologi ini menjadi lebih mudah. I. Penerapan teknologi CAL SVF (a) Penyedotan lemak Penelitian telah menemukan bahwa lemak subkutan perut dan paha manusia paling kaya akan ADSC. Oleh karena itu, teknik CAL sering kali memilih dua area di atas sebagai pilihan terbaik untuk area donor lemak. Di ruang operasi yang steril, tempat sedot lemak dibius dengan larutan pembengkakan, dan kemudian lemak disedot melalui tabung penyedot berdiameter 2,5-3 mm dengan cara biasa. Campuran yang disedot oleh tabung sedot lemak bertekanan negatif mengandung komponen larutan pembengkakan, jaringan adiposa, jaringan ikat, sel darah, dan fragmen jaringan lainnya. (ii) Persiapan SVF Lemak yang disedot dibagi menjadi dua bagian, salah satunya digunakan untuk ekstraksi SVF dan kemudian SVF yang diekstraksi dicampur dengan bagian lemak lainnya dan campuran tersebut digunakan untuk pencangkokan. Oleh karena itu, proses ekstraksi SVF yang mengandung ADSC merupakan langkah penting dalam teknik CAL. Seluruh proses pemisahan biasanya memakan waktu 70-80 menit, dan proses dasarnya adalah sebagai berikut. 1 . Sentrifugasi Setengah dari lemak yang diperoleh dengan aspirasi disentrifugasi, dimana komponen seperti adiposit, lipid dan sel darah dapat dipisahkan. Setelah sentrifugasi, campuran dapat dibagi menjadi lapisan atas, tengah dan bawah: lapisan atas, terutama untuk lemak, yang mengandung triasilgliserol dan partikel seliaka, yang merupakan produk dari sel-sel lemak setelah dihancurkan; lapisan tengah, terutama untuk pemurnian lemak; lapisan bawah, mengandung sel darah, plasma, filtrat, dll. Saat ini, lapisan tengah adalah lemak yang dimurnikan. Pada titik ini, lapisan tengah adalah jaringan adiposa yang dimurnikan. Satu bagian dari jaringan adiposa disimpan sebagai cadangan, dan bagian lainnya diambil untuk melanjutkan langkah-langkah berikut untuk menyajikan SVF. 2. Pencernaan Bagian adiposa dicerna dengan jumlah yang sama dari 0,075% kolagenase steril dengan osilasi (37 ℃, 30 menit). Pencucian Bagian lemak dan bagian cairan dipisahkan dengan pencucian berulang dengan larutan fosfat buffersaline (PBS) atau larutan garam dan sentrifugasi. Fraksi lemak dibuang dan fraksi cairan dipertahankan. Cuci dengan PBS atau larutan garam dan sentrifugasi. Fraksi sel berwujud yang mendasari yang diperoleh dengan sentrifugasi adalah SVF, yang merupakan campuran sel yang kaya akan ADSC, dan selain ADSC, ada juga sel yang berasal dari darah, sel endotel pembuluh darah, dan sebagainya. (iii) Pembentukan kompleks jaringan adiposa-SVF Separuh lemak lainnya yang diperoleh dari aspirasi dicampur dengan SVF yang diperoleh dari perlakuan dan didiamkan selama 15 menit, sehingga ADSC teradsorpsi sepenuhnya pada lemak. Lemak ini menyerupai perancah biologis aktif dan dicadangkan sebagai cangkok. Sel yang diisolasi perlu diuji secara ketat untuk kuantitas dan kualitasnya, dan sebagian kecil SVF juga dapat diekstraksi untuk kultur sel untuk memverifikasi aktivitas sel. (D) Transplantasi kompleks jaringan adiposa-SVF Transplantasi kompleks jaringan adiposa-SVF dilakukan sesuai dengan metode pencangkokan lemak konvensional. Kedua, penerapan teknologi ADSC CAL (1) Langkah-langkah yang sama seperti di atas untuk menyelesaikan aspirasi lemak, persiapan SVF. (2) Kultur ADSC: inokulasi campuran dalam wadah kultur dan kultur dengan larutan kultur sel, umumnya menggunakan larutan kultur DMEM yang mengandung 10% serum sapi janin. Ganti larutan setiap 2-3 hari sekali. Semakin banyak komponen sel darah yang terkandung dalam SVF dapat dihilangkan dengan mengganti larutan karena tidak dapat tumbuh menempel pada dinding. Sel-sel yang menempel pada dinding terus dikultur. Setelah sel tumbuh hingga jumlah tertentu, suspensi dibuat dan kemudian dicampur dengan jaringan adiposa yang disedot untuk diaplikasikan. (3) Pembentukan kompleks jaringan adiposa-ADSC: resuspensi jaringan adiposa, campurkan suspensi sel dengannya, dan biarkan selama 15 menit agar ADSC teradsorpsi sepenuhnya pada lemak. (4) Transplantasi kompleks jaringan adiposa-ADSC: transplantasi kompleks jaringan adiposa-SVF dilakukan sesuai dengan metode rutin transplantasi lemak.