Vaksin rabies tidak dapat dianggap enteng; semua vaksin memiliki indikasi dan waktu yang lebih aman dan efektif untuk diberikan. Vaksinasi rabies digunakan untuk dua tujuan: pertama, untuk profilaksis pasca pajanan; dan kedua, untuk profilaksis sebelum pajanan. Profilaksis pasca pajanan berarti jika seseorang digigit oleh anjing yang sakit atau digigit atau dicakar oleh hewan lain yang dicurigai, atau jika kulit seorang pekerja medis terluka dan terkontaminasi oleh air liur pasien rabies, profilaksis pasca pajanan harus dilakukan. Profilaksis pra-paparan terutama berlaku untuk kelompok berisiko tinggi, yaitu mereka yang belum pernah digigit anjing yang sakit atau bersentuhan dengan hewan yang dicurigai atau terkontaminasi oleh luka pasien, tetapi mereka yang bekerja sebagai dokter hewan, penelusur gua, atau mereka yang bekerja sebagai peneliti virus rabies dan petugas pengelola hewan harus menggunakan vaksin rabies terlebih dahulu untuk profilaksis, sesuai dengan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).