Menurut penjelasan medis, orang yang menderita xenofagia akan terus-menerus mengunyah zat-zat yang tidak bergizi seperti kotoran, potongan kertas, dan kotoran. Beberapa benda yang lebih kecil, seperti korek api dan kapur, dapat dihilangkan secara langsung oleh pasien, tetapi benda yang lebih besar harus dikeluarkan melalui pembedahan. Di masa lalu, diperkirakan bahwa xenophagia terutama disebabkan oleh kurangnya elemen seperti seng dan zat besi dalam tubuh. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa banyaknya benda asing yang tertelan oleh pasienlah yang menyebabkan gangguan penyerapan seng dan zat besi dalam tubuh. Saat ini terdapat konsensus yang berkembang di antara para dokter bahwa penyebab utama xerophagia adalah psikologis, tetapi belum ada kemajuan substansial pada penyebab dan pengobatan yang sebenarnya. Penyebab utamanya adalah psikologis, yaitu perilaku kompulsif yang merupakan gangguan psikologis, yang paling sering terjadi pada anak-anak berusia antara 1,5 dan 6 tahun, tetapi juga pada orang dewasa dan bahkan pada hewan.