Mereka yang telah hidup bersama selama satu tahun tanpa kontrasepsi disebut infertilitas, dan mereka yang dapat hamil tetapi gagal mendapatkan bayi yang layak karena berbagai alasan disebut infertilitas. Ada banyak penyebab infertilitas: 1) Gangguan ovulasi, faktor tuba, kelainan air mani, lesi rahim, lesi vagina dan serviks, dan faktor kekebalan tubuh, dll. 2) Faktor tuba menyumbang 1/3 dari faktor ketidaksuburan pada wanita, dan ketidaksuburan terjadi ketika sperma dan sel telur gagal bertemu karena penyumbatan atau perkembangan tuba yang tidak sempurna. Infertilitas terjadi ketika sperma dan sel telur tidak dapat bertemu karena penyumbatan tuba atau perkembangan yang tidak sempurna.3. Infertilitas terjadi ketika tidak ada sel telur yang matang yang dikeluarkan selama ovulasi karena disfungsi ovarium.4. Infertilitas pada pria dapat disebabkan oleh kelainan air mani, seperti oligozoospermia, azoospermia, kelainan bentuk sperma, dan kelainan lain dari fungsi seksual pria.5. Infertilitas juga disebabkan oleh adanya leiomioma submukosa rahim, penyakit radang pada lapisan rahim, polip endometrium, dan sebagainya, yang kesemuanya memengaruhi implantasi sel telur yang telah dibuahi, yang mengakibatkan ketidaksuburan.6. Infeksi serviks dan leher rahim dapat disebabkan oleh infeksi pada saluran rahim, seperti infeksi jamur, infeksi bakteri, dan infeksi virus. Radang serviks dan vagina juga dapat menyebabkan kemandulan. 7, faktor kekebalan tubuh juga merupakan masalah yang umum terjadi. Ketika infertilitas terjadi, disarankan agar suami dan istri pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan yang relevan.