Apakah melakukan senam mata dapat membantu?

Latihan mata yang telah diwariskan dari generasi ke generasi selama lebih dari 40 tahun telah menghasilkan tingkat miopia tertinggi kedua di dunia di kalangan pelajar Tiongkok. “Ketidakbergunaan” dan “kehancuran” senam mata telah membuat banyak orang tua bingung apakah senam mata efektif atau tidak efektif dalam mencegah miopia. Haruskah kita melakukan senam mata sama sekali? Meskipun tidak ada teori ilmiah yang mendalam atau uji klinis multi-pusat untuk membuktikan bahwa senam mata dapat mencegah miopia, namun manfaatnya bagi mata sudah jelas. Senam mata adalah pendekatan komprehensif untuk mencegah miopia, menggunakan prinsip-prinsip Tui Na dan akupresur dalam pengobatan Tiongkok. Sistem meridian mirip dengan sistem sirkulasi darah yang didistribusikan ke seluruh tubuh. Jika ada gangguan pada salah satu bagian tubuh, maka dapat menyebabkan penyakit. Latihan akupresur mata adalah terapi fisik yang menghilangkan sumbatan dan membuka sumbatan pada meridian. Stimulasi akupresur yang lemah ini, melalui refleks saraf, dapat memperkuat metabolisme jaringan secara keseluruhan, memperbaiki dan meningkatkan sirkulasi darah, menghilangkan dan mengatur ketegangan mata, mengembalikan fungsi fisiologis tubuh manusia, sehingga berperan dalam mencegah miopia. 6 trik untuk mencegah miopia 1, pencahayaan yang baik Kualitas pencahayaan yang buruk merupakan salah satu faktor penyebab miopia pada anak-anak dan remaja. Kualitas pencahayaan yang buruk terutama mencakup pencahayaan desktop yang rendah, keseragaman pencahayaan yang rendah, lampu sorot dan silau. Terlalu banyak cahaya atau terlalu sedikit cahaya dapat mempengaruhi mata. Terlalu banyak cahaya dapat menyilaukan atau menyilaukan, dan otot siliaris menjadi tegang, yang dapat dengan mudah menyebabkan kelelahan mata dan dengan demikian miopia. Oleh karena itu, Anda harus memilih lampu di atas kepala dan lampu meja tanpa lampu sorot dan sumber cahaya yang baik, dan hindari belajar di lingkungan yang terang atau gelap. 2. Jarak yang tepat antara mata Jarak antara mata terlalu dekat atau terlalu jauh, dan postur tubuh yang salah dalam membaca dan menulis adalah penyebab penting miopia pada anak-anak dan remaja. Jika meja dan kursi tinggi, anak-anak dan remaja akan menurunkan kepala dan pinggang mereka, menyimpang dari jarak penglihatan yang benar; jika meja dan kursi terlalu rendah, akan membuat kepala condong ke depan, tulang belakang membungkuk, dada tertekan, pengaturan mata akan relatif tegang, sehingga mata lelah, lama kelamaan mudah mengalami rabun jauh. Orang tua sebaiknya memilihkan meja dan kursi yang bisa disesuaikan untuk anak, sehingga dengan pertumbuhan tinggi badan anak, sewaktu-waktu bisa menyesuaikan ketinggian meja dan kursi. 3, postur tubuh standar Postur membaca dan menulis yang benar sangat penting untuk perkembangan fisik dan perlindungan penglihatan anak-anak dan remaja. Postur membaca dan menulis yang salah yang paling umum adalah membaca dan menulis dengan kepala bengkok, atau kebiasaan berbaring dan membaca dengan kepala rendah. Penting untuk mempertahankan postur membaca dan menulis yang benar, dengan buku pada jarak satu kaki dari mata; sudut antara bidang buku dan garis pandang harus dijaga sejauh 90 derajat, sehingga gambar yang terbentuk pada retina adalah yang paling jelas. Jarak satu kepalan tangan harus dijaga antara tubuh dan meja. Jaga jarak satu inci dari ujung pena ketika memegangnya. Proses ini membutuhkan pengingat dan koreksi terus-menerus dari orang tua dan guru. 4. Kontrol produk elektronik Ponsel, komputer tablet, dan produk elektronik lainnya, yang layarnya terdiri dari kumpulan titik-titik kecil yang berkedip-kedip, sangat mengiritasi mata anak-anak bila digunakan terus menerus selama lebih dari setengah jam. Oleh karena itu, anak-anak sebaiknya terpapar produk elektronik kurang dari 15 menit setiap kalinya. 5. Perbanyak olahraga di luar ruangan Sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan di luar ruangan setiap minggunya berkaitan dengan pencegahan miopia, dengan setiap tambahan satu jam aktivitas di luar ruangan setiap minggunya dapat mengurangi kemungkinan terjadinya miopia sebesar 2%. Hal ini setara dengan pengurangan 13% miopia untuk setiap jam tambahan aktivitas di luar ruangan per hari. Studi di Sydney dan Taiwan juga telah mengkonfirmasi bahwa aktivitas di luar ruangan dapat mengurangi kejadian miopia dan mengurangi prevalensi miopia pada anak-anak. 6, optometri medis, resep tepat waktu Karena kurangnya pengetahuan optometri profesional, banyak orang tua yang enggan melebarkan pupil untuk optometri dan memberikan kacamata kepada anak-anak mereka di ahli kacamata biasa, tanpa mengetahui bahwa optometri yang tidak akurat, resep yang tidak tepat, dan struktur kacamata yang tidak sesuai dapat membahayakan mata anak dan menyebabkan miopia berkembang. Beberapa anak ditemukan menderita rabun jauh, tetapi orang tua mereka tidak memberikan kacamata tepat waktu untuk mengobati miopia mereka, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan yang cepat. Oleh karena itu, cara yang paling efektif untuk mencegah dan mengendalikan miopia adalah dengan memberikan resep kacamata tepat waktu berdasarkan optometri medis ilmiah, dan mengawasi anak-anak untuk menggunakan mata mereka dengan benar dan mempertahankan kebiasaan mata yang baik.