Potensi Bangkitan Pendengaran Batang Otak (BAEP) adalah aktivitas listrik dari impuls saraf di jalur konduksi pendengaran batang otak yang disebabkan oleh rangsangan suara. Sumber yang mungkin dari setiap gelombang umumnya dianggap sebagai: gelombang I, segmen ekstrakranial saraf pendengaran; gelombang II, segmen intrakranial saraf pendengaran dan nukleus koklea; gelombang III, nukleus olivaris superior medial atau nukleus koklea; gelombang IV dan V, nukleus talamus lateral; gelombang V mungkin juga terkait dengan aktivitas listrik nukleus sentral. Indikator tes: Tes utama adalah latensi absolut (PL), latensi interpeak (IPL), rasio amplitudo V/I, dan ambang batas respons V dari gelombang utama BAEP I, III, dan V. Dalam pengujian rutin, lima gelombang pertama, seperti gelombang I hingga gelombang V, adalah yang paling stabil, dengan gelombang V memiliki amplitudo tertinggi, dan dapat digunakan sebagai penanda untuk mengidentifikasi setiap gelombang BAEP. Dalam keadaan normal, gelombang II dan gelombang I, atau gelombang VI dan gelombang VII sering kali menyatu untuk membentuk bentuk gelombang gabungan. Kriteria penilaian: Kriteria normal: Kedua telinga memiliki kurva gambar yang khas, bentuk gelombangnya lengkap, diferensiasinya jelas, pengulangannya baik, dan tingkat keluarnya gelombang utama Ⅰ, Ⅲ dan V adalah 100%, PL dan IPL berada dalam kisaran normal untuk usia yang sama di laboratorium ini. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan tidak hanya melihat ambang batas respons gelombang V, tetapi juga harus mengacu pada Ⅰ, Ⅲ, latensi absolut gelombang V (PL), latensi antar puncak (IPL), amplitudo gelombang V / Ⅰ, untuk membuat kesimpulan penilaian yang benar. Kriteria abnormal: Ambang batas respons PL, IPL dan gelombang V lebih besar dari 3,0 standar deviasi di bawah kondisi pengujian yang sama pada percobaan ini berdasarkan ketiadaan gelombang Ⅰ, Ⅲ dan V. Jenis kelainan: (1) Kerusakan jalur pendengaran perifer: terutama mengacu pada ketiadaan gelombang Ⅰ atau perpanjangan PL dan peningkatan ambang batas gelombang V. (2) Kerusakan jalur pendengaran batang otak bagian tengah: terutama mengacu pada tidak adanya gelombang III dan V, perpanjangan PL dan IPL atau rasio amplitudo gelombang V/Ⅰ.