Tujuan dari pemeriksaan homosistein adalah untuk memeriksa apakah homosistein pasien meningkat. Studi epidemiologi telah menemukan bahwa hiperhomosisteinemia adalah salah satu faktor risiko independen yang menyebabkan aterosklerosis kardiovaskular dan serebrovaskular, semakin tinggi kadar homosistein dalam darah, semakin tinggi pula risiko menderita aterosklerosis dan trombosis, dan semakin tinggi pula kejadian penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular. Disarankan agar pasien melengkapi asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12, dll., yang dapat membantu mengurangi kadar homosistein dalam darah, dan biasanya makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, terutama sayuran berdaun hijau yang kaya akan asam folat dan vitamin, serta daging tanpa lemak yang kaya akan vitamin B12, serta memperhatikan kombinasi yang wajar dari pola makan sehari-hari, yang sangat penting untuk memperlambat terjadinya aterosklerosis.