Berbicara kepada diri sendiri merupakan fenomena yang relatif umum bagi lansia, sehingga penting untuk menganalisis alasan munculnya self-talk melalui fenomena tersebut. Lansia dapat berbicara kepada diri sendiri sebagai hasil dari de-eskalasi psikologis diri dan pelampiasan psikologis diri. Beberapa lansia mungkin menunjukkan gejala penyakit, seperti halusinasi, dan menjawab ketika mereka mendengar seseorang berbicara kepada mereka. Apa yang tampak oleh orang lain sebagai self-talk mungkin merupakan penyakit yang membutuhkan intervensi medis. Lansia yang tinggal sendirian berbicara sendiri, tanpa ada yang diajak bicara, dan mungkin secara virtual menciptakan seseorang, misalnya dengan teman lansia atau anak kecil di seberang jalan, untuk berkomunikasi guna memenuhi kebutuhan percakapan. Bicara sendiri pada lansia adalah manifestasi yang harus dilihat apa adanya melalui manifestasi luarnya, dan ada solusi yang berbeda untuk alasan yang berbeda.