Apakah ada hubungan antara rumah yang baru direnovasi dan hiperemesis gravidarum?

Tidak ada hubungan antara pindah ke rumah yang baru direnovasi dan hiperemesis gravidarum. Perkembangan hiperemesis gravidarum dikaitkan dengan kekurangan nutrisi, infeksi virus dan gangguan endokrin ibu. Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa perkembangan janin berhubungan dengan rumah yang baru direnovasi. Namun, rumah yang baru direnovasi mungkin memiliki kadar bahan kimia yang berlebihan, seperti formaldehida dan benzena yang berlebihan, yang dapat menyebabkan penyakit lain pada organisme. Terjadinya hiperemesis gravidarum terutama terkait dengan faktor-faktor seperti nutrisi ibu yang tidak mencukupi, infeksi virus, dan gangguan endokrin. Jika ibu mengalami kekurangan nutrisi, organisme kekurangan asam folat atau vitamin A, atau jika ada infeksi virus, atau jika ada kelainan pada fungsi ovarium yang mengakibatkan rendahnya kadar estrogen, ada kemungkinan terjadi gravidarium. Meskipun tidak ada hubungan antara pindah ke rumah yang baru direnovasi dan staphylococcus. Namun, karena rumah yang baru direnovasi mengandung formaldehida, benzena, dan zat lain yang tidak mudah menguap, disarankan agar wanita yang sedang mempersiapkan kehamilan tidak tinggal di rumah yang baru direnovasi, karena dapat berdampak pada janin dan menyebabkan kelainan bentuk janin.