Vitamin B2 tidak boleh dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Vitamin B2, yang juga dikenal sebagai riboflavin, adalah salah satu zat yang mendorong kunci redoks dalam tubuh dan memainkan peran penting dalam tubuh, yang secara efektif mencegah migrain dan penyakit jantung koroner, serta mencegah terjadinya kanker. Namun, karena vitamin B2 adalah obat, maka tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang lama dan asupan harian maksimum yang disarankan tidak boleh melebihi 1,7 mg. Jika terlalu banyak dikonsumsi, dapat mempengaruhi berbagai manifestasi seperti gatal, mati rasa, sensasi terbakar dan kesemutan pada kulit, sehingga tidak disarankan untuk mengonsumsi vitamin B2 dalam waktu yang lama.