Tidak ada yang namanya tuberkulosis yang tidak menular.

Sebagian dari tuberkulosis tidak menular, secara klinis yang lebih umum terjadi adalah setelah pengobatan standar selama lebih dari dua minggu setelah infeksi awal tuberkulosis, umumnya tidak menular, maka dapat dilakukan pemeriksaan dahak pada pasien untuk mengetahui apakah ada atau tidak adanya mikobakteri tuberkulosis, atau melakukan kultur mikobakteri tuberkulosis yang juga negatif. Selain itu, walaupun terinfeksi Mycobacterium tuberculosis, namun karena perbaikan imunitas pasien sendiri, sistem kekebalan tubuh yang lebih sempurna dapat sembuh sendiri, maka kasus TBC ini juga tidak menular. Secara klinis, rontgen kedua paru-paru, tes PPD dan tes dahak digunakan untuk menentukan apakah infeksi tersebut menular atau tidak, sehingga rencana pengobatan dapat disesuaikan sewaktu-waktu.