Diabetes dapat dipersulit oleh penyakit serebrovaskular iskemik atau hemoragik dan memiliki insiden yang tinggi, lebih dari dua kali lipat dari pasien non-diabetes. Ini adalah penyebab utama kecacatan dan kematian pada pasien diabetes. Bagaimana kita bisa mencegah penyakit serebrovaskular? Kita bisa mengurangi terjadinya penyakit serebrovaskular dan konsekuensinya dengan memperhatikan hal-hal berikut ini dalam kehidupan kita sehari-hari. 1, diagnosis dini dan pengobatan diabetes Kemungkinan penyakit serebrovaskular meningkat pada pasien diabetes, dan kontrol ketat glukosa darah, tekanan darah, lipid darah dan berat badan diperlukan setelah diagnosis diabetes. Penelitian telah menunjukkan bahwa komplikasi makrovaskuler diabetes tidak dapat sepenuhnya dihindari hanya dengan mengendalikan glukosa darah saja, tetapi tekanan darah harus diturunkan, lipid darah diatur ke tingkat yang ideal dan berat badan dikurangi. Semakin tinggi gula darah selama periode penyakit serebrovaskular, maka akan semakin buruk setelah hujan. 2.Memperbaiki gaya hidup yang buruk Menganjurkan pola makan yang sehat, mengurangi total kalori, makan lebih sedikit lemak, makan lebih banyak biji-bijian kasar dan sayuran, berhenti merokok, membatasi alkohol, dan memiliki diet rendah lemak. Lakukan aktivitas fisik yang sesuai. 3. Memperkuat pemantauan dan pencegahan target utama Terjadinya penyakit serebrovaskular pada diabetes terutama terkonsentrasi pada orang tua, perokok, orang yang lebih gemuk, orang dengan penyakit serebrovaskular sebelumnya, dan orang dengan tekanan darah, gula darah, dan lemak darah yang tidak terkontrol dengan baik. Bagi mereka yang memiliki probabilitas tinggi penyakit serebrovaskular, sambil memperkuat pemantauan yang sesuai, obat pengatur lipid, aspirin dosis kecil, dan obat-obatan herbal lainnya dapat digunakan sebagai pencegahan. 4. Perhatikan “mini-stroke” “Mini-stroke” mengacu pada transient ischaemic attack (TIA), yang dapat mengakibatkan infark serebral lacunar dan tidak selalu meninggalkan gejala yang jelas. Namun demikian, “mini-stroke” sering kali merupakan pendahulu penyakit serebrovaskular, dan sekitar 50% pasien mengalami stroke yang sesungguhnya di kemudian hari. Jika muncul gejala penyakit serebrovaskular, seperti pusing, sakit kepala, vertigo, mual, mati rasa, penglihatan kabur dan kehilangan gerakan, segera bawa pasien ke rumah sakit. Resusitasi tepat waktu adalah kunci keberhasilan pengobatan. Pembersihan penyumbatan serebrovaskular yang tepat waktu dapat mengurangi konsekuensi negatif, tetapi jika infark berkepanjangan dan menyebabkan nekrosis jaringan otak, akan sulit untuk pulih.