Begitu stroke (trombosis serebral, emboli serebral atau pendarahan otak) terjadi pada usia pertengahan atau lanjut usia, mudah kehilangan fungsi fisik, fungsi bicara, dan kemampuan merawat diri sendiri, sehingga keluarga pasien harus bekerja sama dengan pasien untuk melakukan pelatihan rehabilitasi di dua bidang berikut. Rehabilitasi bahasa berfokus pada pelatihan kemampuan pasien untuk mengekspresikan dirinya secara lisan, memahami pendengaran, memahami tulisan dan menulis. Beberapa orang tidak dapat berbicara setelah stroke, tetapi masih bisa bernyanyi, jadi ini harus didorong. Rehabilitasi fungsi motorik Pelatihan ini harus diperhatikan: segera setelah tanda-tanda vital stabil setelah stroke, pijat otot dan gerakan sendi pasif harus dilakukan sesegera mungkin, dan setelah fase akut, pasien harus didorong untuk bergerak sendiri dan melakukan pelatihan keterampilan hidup sehari-hari. Kesimpulannya, kecepatan dan manfaat efektivitas pelatihan rehabilitasi fungsi bicara dan motorik untuk pasien stroke sangat tergantung pada tingkat kepedulian anggota keluarga. Secara umum, pasien stroke usia lanjut yang tinggal bersama anak-anak mereka, lebih cepat pulih fungsinya daripada mereka yang tidak. Selain itu, fisioterapi, terapi ultrasound, akupunktur, obat neurometabolik, dan obat herbal, semuanya dapat digunakan untuk membantu pasien stroke mencapai hasil yang lebih cepat.