Penyakit serebrovaskular saat ini diakui di seluruh dunia sebagai salah satu dari tiga penyakit terpenting yang mengancam kehidupan dan kesehatan manusia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 12 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular di seluruh dunia, dan hingga 600.000 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular di Tiongkok. 50%-70% penderita stroke mengalami kecacatan yang serius, seperti kelumpuhan dan afasia, yang menempatkan beban berat pada keluarga dan masyarakat. Ada banyak faktor risiko utama untuk penyakit serebrovaskular. Jumlah faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular pada populasi kita meningkat dengan cepat, dan ada tumpang tindih dari beberapa faktor risiko. Penelitian telah mengkonfirmasi bahwa hipertensi, diabetes, kadar kolesterol serum, dan merokok secara langsung terkait dengan prevalensi penyakit kardiovaskular, tetapi penting untuk dicatat bahwa, sampai saat ini, faktor risiko utama ini tidak menurun dalam populasi kita, tetapi meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa tahun terakhir, dengan kemajuan pesat dalam teknik diagnostik, penyebab dan faktor risiko tertentu yang tidak diketahui telah menjadi lebih jelas, tetapi cara terbaik untuk mengurangi kejadian stroke dan kematian adalah dengan mencegah faktor risiko. Ada banyak faktor risiko untuk stroke dan perkembangan penelitian terbaru diulas di bawah ini.