Episode sindrom Tourette yang berulang masih berpotensi untuk disembuhkan. Sindrom Tourette adalah kontraksi yang cepat pada satu atau beberapa otot, tetap di satu tempat atau mengembara, yang dimanifestasikan oleh mata yang berputar-putar, kedutan pada wajah, hidung mengembang, dan cemberut. Jika otot pernapasan dan artikulatoris terlibat, tics dapat disertai dengan artikulasi yang tidak disengaja atau bahasa yang tidak senonoh, sehingga disebut “Sindrom Tourette”. Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak, etiologi dan patogenesisnya tidak jelas, beberapa kasus disebabkan oleh lesi nukleus basal, beberapa terkait dengan faktor genetik dan psikiatri. 85% anak-anak memiliki kelainan perilaku ringan hingga sedang, yang dimanifestasikan sebagai kurangnya perhatian, kegelisahan, perilaku kompulsif, perilaku cabul, atau perilaku merusak. Gejala klinis sindrom Tourette bersifat kambuhan, beberapa pasien dapat sembuh secara spontan seiring dengan bertambahnya usia, namun sebagian besar dapat sembuh dengan perawatan umum, obat-obatan dan fisioterapi. Setelah timbulnya penyakit ini, segera pergi ke klinik pediatri atau neurologi rumah sakit, dan pilihlah perawatan yang wajar di bawah bimbingan dokter.