Cuka putih, juga dikenal sebagai anggur pahit, asil dan cuka beras, bersifat hangat, rasanya asam dan manis, dan termasuk dalam meridian hati dan perut. Efek: Membubarkan stasis darah dan menghilangkan stagnasi, menghentikan pendarahan, mengendapkan cacing gelang dan mendetoksifikasi. Orang yang berlaku: cuka putih dapat digunakan untuk gangguan pencernaan yang disebabkan oleh hilangnya nafsu makan, kembung, dll.; dimakan sendiri atau dicampur dengan bayam dan marjoram dapat digunakan untuk semua jenis perdarahan, seperti muntah darah, pendarahan dari tinja, pendarahan dari hidung, dll.; juga dapat digunakan untuk cacing gelang dan sebagainya. Nilai gizi: cuka putih mengandung asam asetat, asam laktat, asam piruvat, asam oksalat, asam suksinat dan asam organik lainnya serta alkohol tingkat tinggi, gula, asam amino, vitamin, elemen jejak, dan sebagainya. Cara konsumsi: Sangat cocok untuk dimasukkan ke dalam sup atau dicampur dengan obat. Dalam kasus konsumsi sehari-hari, khasiat makanan terbatas dan tidak dapat berperan dalam pengobatan penyakit. Jika Anda memiliki gejala yang tidak nyaman, silakan berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk menghindari penundaan kondisi Anda.