Berjalan cepat dan lambat secara bergantian meningkatkan kontrol glikemik pada diabetes mellitus tipe 2

Pada pasien diabetes tipe 2 yang menggunakan jalan kaki sebagai bentuk latihan, memvariasikan intensitas jalan kaki (bergantian antara jalan kaki cepat dan lambat) lebih bermanfaat bagi pasien dalam mengontrol kadar glukosa darah daripada mempertahankan kecepatan jalan kaki yang konstan. Dibandingkan dengan latihan berjalan terus menerus, latihan berjalan berselang, yang menghabiskan jumlah energi yang sama, mempertahankan sekresi insulin dan meningkatkan sensitivitas insulin dan indeks pembuangan glukosa. Latihan jalan kaki berselang terdiri dari berjalan cepat selama 3 menit (pengeluaran energi puncak ≥70%) dan berjalan lambat selama 3 menit (pengeluaran energi puncak ≥40%), bergantian di antara setiap sesi latihan, sedangkan pejalan kaki terus menerus mempertahankan kecepatan jalan kaki dengan intensitas sedang yang sama (pengeluaran energi puncak ≥55%) setiap saat; dan kelompok kontrol menggunakan intervensi gaya hidup konvensional. Sebelum dan sesudah intervensi, pasien diuji sekresi insulinnya dengan menggunakan tes penjepit hiperglikemik, metabolisme glukosa diuji dengan suntikan pelacak isotop glukosa, dan biopsi otot rangka dilakukan untuk menilai jalur sinyal insulin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya kelompok latihan jalan kaki intermiten yang menunjukkan penurunan kadar glukosa darah rata-rata dan peningkatan indeks sensitivitas insulin (49,8±14,6%; p<0,001) dan pengambilan glukosa di jaringan perifer (14,5±4,9%; p<0,05) serta indeks disposisi (66,2±21,8%; p<0,001). Sebaliknya, tidak ada perubahan yang signifikan pada kelompok latihan berjalan terus menerus dan kelompok kontrol. Selain itu, hanya kelompok latihan jalan kaki intermiten yang menunjukkan peningkatan jalur sinyal insulin pada otot rangka, yang dibuktikan dengan peningkatan fosforilasi protein AS160 yang diinduksi oleh insulin (29,0±10,8%; p<0,05). Kelompok latihan jalan kaki berselang tidak menunjukkan perubahan sekresi insulin selama hiperglikemia dan setelah injeksi GLP-1 atau glukagon. Ini adalah temuan yang paling penting dari penelitian ini, yaitu bahwa latihan jalan kaki berselang meningkatkan sensitivitas insulin tanpa meningkatkan sekresi insulin dan oleh karena itu meningkatkan efek insulin secara keseluruhan pada kadar glukosa darah. Apakah manfaat latihan jalan kaki interval ini dapat dipertahankan dalam jangka panjang dan menghasilkan hasil kesehatan jangka panjang yang lebih baik, masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut untuk menunjukkan kegunaan klinis latihan jalan kaki interval bagi penderita diabetes tipe 2.