Penyakit mental adalah kategori gangguan psikologis yang serius di mana orang dengan penyakit mental menunjukkan berbagai tingkat kelainan dalam persepsi, kemauan, emosi, dan perilaku. Orang dengan penyakit mental tidak dapat belajar, bekerja, dan berkomunikasi secara normal. Penting untuk memahami tanda dan gejala psikosis agar dapat mendeteksi dan mencegahnya sejak dini! Jadi, apa saja gejala pasien pra-psikotik? 1. Gangguan asosiasi Kurangnya koherensi dan logika dalam proses berpikir dan asosiasi adalah gangguan yang paling khas dari skizofrenia. Hal ini ditandai dengan asosiasi pemikiran pasien yang tersebar atau terpecah, kurangnya kekhususan dan realisme dalam situasi sadar yang jelas. Perilaku sehari-hari pasien berangsur-angsur menjadi aneh, sehingga sulit untuk memahami apa yang mereka lakukan, lebih suka menyendiri, sering mengejar lawan jenis, tidak mengenal rasa malu, berbusa dan linglung, tertawa sendiri, atau tidur sepanjang malam, menjadi malas, keluar malam, dan lain-lain. 3. Perubahan emosi Emosi pasien menjadi acuh tak acuh, tidak bersemangat seperti dulu, acuh tak acuh terhadap kerabat dan teman, tiba-tiba menjadi tidak tertarik dengan hal-hal di sekitarnya, atau kehilangan kesabaran karena hal sekecil apapun, menangis sedih atau terkejut dengan cara yang membingungkan, dll. 4. Perubahan tidur Secara bertahap menjadi sulit tidur, mudah terbangun, atau tidak tidur nyenyak, mengalami mimpi buruk sepanjang malam, atau tidur terlalu lama. 5. Reaksi yang lambat Pasien tidak memiliki kepekaan terhadap apa pun seperti biasanya dan mengasosiasikan beberapa hal di sekitarnya dengan dirinya, salah satunya diarahkan kepadanya. Misalnya, ketika ia melihat orang lain berbicara, ia berpikir bahwa mereka sedang membicarakannya, dan ketika mereka kebetulan menatapnya, ia berpikir bahwa mereka bersikap tidak baik. Beberapa pasien bahkan berpikir bahwa televisi, koran, dll. Semuanya berhubungan dengan mereka, dan mereka sering memperhatikan dengan seksama setiap gerakan orang lain. 5.Kelainan bicara Ketika berbicara dengan orang lain, dia sering tidak berbicara sebelum atau sesudahnya, dan dia tidak tahu apa yang ingin dia katakan selama setengah hari, atau dia tiba-tiba berhenti berbicara dan tidak tahu harus berkata apa. 6. Halusinasi Halusinasi lebih sering dikaitkan dengan pendengaran, di mana pasien mendengar seseorang berbicara kepadanya di udara atau di dalam ruangan, atau mendengar beberapa orang membicarakannya. Perilaku pasien sering dipengaruhi oleh halusinasi, dan ia bahkan mungkin mematuhi “perintah” halusinasi untuk melakukan tindakan berbahaya. Delusi halusinasi dapat menyebabkan perubahan perilaku yang tiba-tiba dan timbulnya gejala psikotik secara tiba-tiba seperti bunuh diri, melukai diri sendiri, impulsif, melarikan diri, dan kurangnya kesadaran diri. Pengobatan psikosis adalah proses yang bertahap. Begitu gejala-gejala di atas muncul, penting untuk pergi ke rumah sakit spesialis untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan aktif. Anggota keluarga harus ingat untuk tidak memperlakukan pasien secara membabi buta, tetapi memiliki kepercayaan yang kuat pada mereka dan mendorong mereka untuk bekerja sama secara aktif untuk pemulihan dini.