Apa saja efek samping dari obat penghambat HIV

Efek samping obat penghambat HIV biasanya meliputi lesi kulit, iritasi saluran cerna, dan kerusakan hati. Obat penghambat HIV mengurangi kemungkinan penularan dan harus segera diminum setelah melakukan perilaku berisiko tinggi.
Sebagian besar obat penghambat HIV adalah obat antiretroviral, biasanya termasuk tenofovir, emtricitabine, raltegravir, dolutegravir, dan banyak obat antiretroviral lainnya.
Efek samping yang umum terjadi ketika mengonsumsi obat penghambat HIV biasanya meliputi iritasi saluran cerna seperti mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan, serta ruam kulit. Jika obat ini diminum dalam dosis tinggi, obat ini dapat menyebabkan berbagai tingkat kerusakan hati dan ginjal.
Efek samping obat penghambat HIV umumnya ringan dan tidak menyebabkan kerusakan serius pada kesehatan tubuh. Pemberian obat pencegah HIV yang tepat waktu dapat secara efektif mengurangi kemungkinan infeksi HIV, sehingga dianjurkan untuk segera meminum obat pencegah HIV setelah melakukan perilaku berisiko tinggi.
Orang yang berisiko tinggi terinfeksi HIV harus memilih obat pencegah yang tepat di bawah bimbingan dokter.